Contoh Berkembangannya Agama Islam di Perancis

Contoh Berkembangannya Agama Islam di Perancis


Oleh : Annisa Nur Haryanti

NIM : 0906228, Pendidikan Bahasa Perancis

Berkembangnya jumlah penduduk di dunia yang kini telah mencapai sekitar 1 milyar penduduk akan berpengaruh pada perkembangan jumlah pemeluk agama di dunia. Islam sebagai agama yang dianut mayoritas penduduk bumi pasti mendapat dampak paling besar dari perkembangan jumlah penduduk tersebut. Islam kini telah berkembang cukup pesat di Benua Eropa. Banyaknya penduduk pada beberapa negara di Eropa yang menampakkan perkembangan jumlah umat muslimnya menjadi contoh yang jelas bahwa Agama Islam berkembang disana. Perkembangan ini terjadi pula di negara Perancis. Maka dari itu penulis mengangkat judul “Perkembangan Agama Islam di Perancis”.

Hal yang menyangkut perkembangan jumlah umat atau beberapa fenomena mengenai Islam di Perancis akan menarik dibahas, mengingat Agama Islam bukanlah agama yang asing di dunia namun Islam juga tidak terlalu banyak dianut oleh orang-orang di Perancis.

Jenis Perkembangan Agama Islam di Perancis

Di Perancis disebutkan dalam 50 tahun terakhir sejumlah pemeluk islam baru di perancis mencapai 50 ribu orang. Secara umum jumlah muslim di Perancis sekitar 6 juta penduduk dan tersebar di beberapa daerah. Jumlah ini membuat negara Perancis menjadi negara yang meiliki umat Islam minoritas terbanyak di Eropa. Daerah yang memiliki jumlah pergerakan muslim terbesar di Perancis terjadi di daerah bernama Aison, sebuah lokasi di sebelah Selatan kota Paris. Ada sekitar 2 atau 3 orang setiap minggunya yang menjadi penganut Islam disana. Dari 50 ribu jumlah penduduk di Aison terdapat sekitar 1000 sampa 2000 orang pemeluk agama Islam disana.

Pemeluk baru agama Islam di Perancis kini tidak hanya berasal dari kalangan imigran tetapi orang Perancis asli keturunan kedua atau ketiga yang sama sekali tidak dapat berbahasa Arab. Pada umumnya pemeluk baru agama Islam di Perancis berasal dari orang-orang yang tadinya tidak memiliki keyakinan agama akhirnya memilih islam sebagai pengisi kekosongan rohani mereka. Ada pula dari pemeluk baru agama Islam tersebut berasal dari orang-orang yang berasal dari agama Kristen yang sangat umum dianut oleh orang-orang Eropa.

Pendapat Bruno Guiderdoni, Astrofisikawan Muslim

”Ayah dan ibu saya beragama Kristen, tetapi saya tidak dibesarkan dalam suatu agama tertentu. Saat saya mempelajari sains, saya dapati ada sesuatu yang hilang dalam pendekatan saintifik terhadap dunia. Saat saya mencari jenis pengetahuan lainnya, saya tersadar bahwa pencarian saya adalah sebuah pencarian religius. Saya tidak tahu kondisi di Amerika, tetapi di Prancis, pendidikan modern sama sekali mengesampingkan gagasan tentang Tuhan. Konsekuensinya, anak-anak muda tidak mampu menjelaskan apa yang mereka rasakan. Setelah banyak membaca dan melakukan perjalanan, akhirnya saya tersadar bahwa pencarian saya merupakan pencarian religius. Saya sangat tertarik dengan agama-agama Timur, khususnya penekanan agama-agama itu terhadap pencarian pengetahuan. Bagi saya, menjadi penganut Buddha, Tao, atau Hindu adalah langkah yang terlalu jauh. Menjadi seorang Muslim merupakan jalan tengah antara Timur dan Barat. Islam memperkenalkan diri sebagai agama pertengahan antara agama-agama Barat — agama Yahudi dan Kristen — dan agama-agama Timur. Saya merasa (dengan memeluk Islam) tetap berada pada aliran yang sama, yang telah diawali oleh agama Yahudi dan Kristen, tetapi saya pun mendapatkan jalan kepada agama-agama Timur. Saya menemukan jalan saya dalam Islam, meskipun,`sebagaimana Anda tahu, Islam kini dirundung banyak masalah , terutama oleh paham fundamentalis yang menggunakan kekerasan. Tentu saja, ada juga banyak hal berharga dalam Islam dan banyak kemungkinan untuk sebuah kehidupan spiritual.”

Kutipan tersebut menunjukan seorang yang akhirnya memeluk agama Islam dapat tetap berkomunikasi baik dengan keluarganya atau orang-orang sekitarnya yang masih memeluk agama lain. Tampak juga bahwa pada umumnya orang Perancis memiliki kekosongan rohani sekalipun mereka telah memeluk agama kepercayaan tetapi mereka tidak dapat menikmati perasaan mereka terhadap agama mereka. Islam disana dipilih sebagai jalan tengah meskipun status Islam di Eropa dirundung banyak masalah, namun Islam bagi para penganutnya tetap dianggap sebagai agama yang sempurna untuk kehidupan spiritual.

Bentuk lain dari perkembangan islam adalah mulai beredarnya siaran iklan produk makanan halal di saluran TV yang paling sering ditonton di Perancis untuk pertama kalinya. Produk makanan halal ini bermerek dagang “Zakia Halal”dan berpusat di kota Lyon. Iklan ini disambut baik oleh masyarakat penganut muslim ataupun bukan muslim dan juga oleh media. Hal ini juga membuktikan semakin kuatnya daya beli umat muslim di negara Perancis.

Perkembangan dan penguatan Islam juga dibuktikan dengan bertambahanya jumlah sekolah swasta Islam di Perancis. Ini semua untuk mempermudah para pelajar di Perancis yang beragama muslim untuk bersekolah mengingat semakin menjamurnya sekolah swasta berbasis agama disana. Sekolah Islam swasta disana berjumlah empat sekolah yaitu Reussite, Ibn Rushd, Al Kindi, dan sekolah yang baru saja didirikan bernama Education et Savior. Didirikannya sekolah swasta Islam di Perancis memenuhi keinginan para umat muslim disana setelah Paris melarang jilbab dan simbol keagamaan di sekolah negeri lima tahun lalu. Maka sekolah swasta Islam tersebut diharapkan dapat mencerahkan masa depan seluruh pelajar muslim disana.

Islam memang agama minoritas di Perancis tetapi Islam terbukti sebagai agama yang lebih religius dan taat di Perancis. Sebagai bukti beberepa waktu lalu di Perancis diadakan kegiatan Pertemuan Akbar Umat Masehi di bawah koordinasi Gereja Katholik, beberapa uskup mengungkapkan keheranan mereka tentang mengapa masjid dipenuhi orang shalat tetapi gereja kosong dari umat yang beribadah di Eropa secara umum. Perbandingan dua tempat beribadah itu dapat menjadi gambaran dari penerimaan yang sangat baik dari masyarakat Perancis terhadap berkembangnya agama Islam disana.

Lhaj Thami Breze, ketua Oraganisasi Persatuan Islam di Perancis menguatkan

“Tidak diragukan lagi adanya penerimaan luar biasa terhadap Islam di Benua Eropa, ini menandakan bahwa Islam sangat diterima dan mampu meyakinkan masyarakat, meskipun Islam sendiri diterpa issu penodaan dan pelecehan.”

Penguatan oleh ketua UOIF tersebut dapat diyakini sebagai kenyataan yang kini terjadi di Benua Eropa khususnya di Perancis. Islam menjadi agama minoritas yang banyak dipilih dan mendapat penerimaan yang baik meskipun terkadang masih saja hal-hal negatif disematkan pada Islam. Namun bagi para pemeluknya agama Islam tetaplah agama yang paling sesuai untuk kehidupan mereka, sebagai agama yang paling baik untuk kehidupan spiritual dan religus mereka. Umat muslim disana pun kini telah dapat menunjukan perkembangan mereka baik dalam kehidupan beragama sehari-hari dengan ketaatan beribadah mereka hingga perkembangan dalam dunia pendidikan atau pemenuhan kebutuhan secara islami.

Referensi

Guidedoni, Bruno. “Bruno Guiderdoni, Astrofisikawan Muslim Mualaf Perancis”. [online]

Tersedia http :/ swaramuslim.com [22 April 2009]

Breze, L.T .2008 . “Uskup Perancis: Kenapa Masjid Penuh dan Gereja Kosong?!”. [online]

Tersedia http:/ dawaktuna.com [29 Juni 2008]

Imanamalsholeh.2009. “Intelejen Perancis: 50 Ribu Orang Memeluk Islam di Perancis”. [online]

Tersedia http://erikarianto.wordpress.com [29 Desember 2007]

http://eramuslim.com [3 September 2009]

http://acmy.id.or.id [8 Maret 2008]

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: