HIDUP SEHAT ALA PERANCS

OLEH :
ANANDA DWI PERTIWI
NIM 0906242, PENDIDIKAN BAHASA PERANCIS

Istilah sehat dalam kehidupan sehari-hari dipakai untuk menyatakan sesuatu berjalan secara normal. Kebanyakan orang mengatakan sehat jika badannya merasa segar dan nyaman. Namun demikian, pengertian sehat yang sebenarnya tidaklah demikian. Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No.9 tahun 1960, Bab I Pasal 2 adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan ( jasmani ), rohani ( mental ), dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan. Pengertian sehat tersebut sesuai dengan pengertian sehat menurut Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) tahun 1975 sebagai berikut
”Health is state of complete Physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity “, Sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, dan sosial. Sedangkan pengertian hidup sehat menurut penulis adalah suatu pola, atau kebiasaan yang diterapakan dalam kehidupan sehari-hari guna membentuk perilaku yang sehat. Di artikel ini penulis mengangkat judul Hidup Sehat Cara Perancis karena penulis ingin memberikan suatu gambaran mengapa orang perancis sehat dan proporsional.

1. Kebiasaan Minum Anggur
Kebiasaan minum anggur orang Eropa, seperti pada masyarakat Perancis dapat meningkatkan kesehatan dan kerampingan tubuh mereka. Dalam kenyataannya memang masyarakat Perancis tidak banyak memiliki masalah penyakit jantung dan obesitas ketimbang masyarakat Amerika misalnya. Hal ini menimbulkan kebingungan karena anggur adalah minuman beralkohol, dan secara umum minuman beralkohol berdampak buruk bagi kesehatan bila diminum berlebihan. Memang bangsa Eropa mengembangkan toleransi terhadap alkohol ketimbang bangsa lainnya di dunia, karena dahulu alkohol adalah sumber minuman yang aman bagi mereka ketimbang air tawar mentah dari sungai (karena adanya wabah kolera). Namun bangsa-bangsa lain seperti Amerika (yang juga menjadikan konsumsi alkohol sebagai budaya mereka) tidak sesehat dan seramping masyarakat Perancis.
Sekarang ini banyak orang yang percaya bahwa minum sedikit alkohol baik bagi kesehatan, terutama anggur merah. Para dokter dan media banyak mempromosikan khasiat anggur merah ini oleh karena ada satu penelitian di perancis yang kemudian dikenal sebagai ”Paradox Perancis”.
Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa orang Perancis memiliki tingkat penyakit jantung koroner yang rendah, walaupun makanan mereka relatif kaya dengan minyak jenuh. Mengapa demikian, peneliti ini menduga bahwa karena orang Perancis rajin mengkonsumsi anggur merah, dan ini dipercaya sebagai faktor utama rendahnya tingkat penyakit jantung koroner disana.
Fakta yang didapat dari penelitian Breslow dan Belloc menunjukkan bahwa orang yang tidak minum alkohol atau minum secara moderat memiliki umur lebih panjang. Ada dua alasan mengapa sebaiknya menghindari alkohol atau wine.
1. Alkohol lebih banyak efek yang negatif dibanding manfaat yang didapat.
2. Ada banyak cara untuk melindungi jantung maupun untuk menjaga kesehatan yang baik.
Penelitian Breslow dan Belloc mengenai menghindari alkohol atau wine untuk menjaga kesehatan sangat saya setujui. Saya sebagai orang timur berpendapat sama bahwa untuk dapat menjaga kesehatan tubuh tidaklah harus dengan mengkonsumsi minuman beralkohol/anggur/wine. Di Islam minum anggur adalah haram. Daripada minum minuman yang haram hukumnya lebaih baik kita mengkonsumsi jamu tradisonal yang halal hukumnya dan aman untuk kesehatan. Beberapa alasan kita mengkonsumsi jamu adalah untuk mengobati sakit, mencegah penyakit, untuk masa penyembuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Beberapa konsumen mengaku memilih jamu karena terbuat dari bahan-bahan alami. Hal ini merupakan salah satu langkah untuk tetap sehat walapun tanpa mengkonsumsi minuman anggur.
2. Gaya Hidup Masyarakat Perancis
Ada beberapa cara untuk menjelaskan kesehatan dan kerampingan masyarakat Perancis ini. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa orang Perancis selalu makan dalam jumlah yang sedikit dalam interval yang teratur, mengkombinasikan makanan berlemak dengan sejumlah makanan segar serta rajin berolah raga. Selain itu mereka juga selalu sarapan pagi dan tertib dalam pola makannnya.
3. Pola Makan
“Pendekatan orang Perancis adalah kualitas, bukan kuantitas”, jelas ahli nutrisi Lyndel Constain pada Daily Mail. “Mereka memakan makanan berlemak tinggi, tapi dalam porsi yang kecil, jarang memakan cemilan serta mengkonsumsi kombinasi lemak yang sehat dan aman untuk jantung dalam bentuk minyak tak jenuh dan kacang-kacangan. Pola makan orang Perancis sangat kaya dengan buah segar dan sayur-mayur, makanan berserat dan nutrisi yang beraneka ragam”, tambahnya. Rahasia lainnya adalah pada ketatnya mereka mengatur porsi makanan.

Menurut saya mengenai pendekatan pola makan orang perancis hampir mirip dengan pola makan yang teratur yaitu “ 4 sehat + 5 sempurna” artinya dalam suatu pola makan terdapat karbohidrat, protein, mineral, vitamin dan ditambah segelas susu. Disamping itu, orang Perancis mengkonsumsi makanan organik. Perancis memakan makanan segar yang ditanam secara lokal, bukan makanan kemasan yang sudah dilabel, diberi zat pengawet dan dan banyak diolah. Mungkin mirip dengan di Indonesia, mengingat ibu-ibu juga sering belanja ke pasar tradisional. Namun di Indonesia kebanyakan pertaniannya tidak organik, melainkan banyak menggunakan pupuk dan pestisida kimia, sehingga tetap kurang sehat.
2. Mereka mengkonsumsi makanan relatif sedikit.
Tidak seperti masyarakat Indonesia yang gemar makan, masyarakat Perancis makannya relatif lebih sedikit. Mereka kurang suka dengan restoran fast food gaya Amerika yang penuh kalori. Sedangkan di Indonesia makanan fast food ini justru disukai terutama anak-anak muda.
3. Mereka mengunyah makanan lebih lambat dan menikmati.
“Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan rata-rata porsi makan orang Perancis 25 persen lebih sedikit dibanding porsi orang Amerika, serta mereka menghabiskan makanannya perlahan-lahan dan menikmatinya. Orang Perancis juga jauh lebih aktif dalam kesehariannya, sehingga menjaga keseimbangan kalori mereka dengan baik”, lanjut Lyndel.

Dari studi yang telah di ungkapkan Lyndel jelas terungkap bahwa apabila kita mengkonsumsi suatu makanan secukupnya dan menikmatinya justru akan membantu menjaga kesehatan tubuh yang dilakukan orang-orang Perancis. Studi mendapati bahwa dengan makan secara perlahan akan membuat tubuh mengkonsumsi lebih sedikit kalori. Faktanya, lebih dari 10 kg berat badan bisa hilang dalam kurun waktu setahun jika memperlambat kecepatan makan. Sebab diperlukan sekitar 20 menit bagi otak untuk mendeteksi bahwa anda sudah kenyang. Jadi, jika anda makan terlalu cepat, maka anda akan tetap makan walau sebenarnya tubuh sudah melewati titik kenyangnya. Pernyataan ini berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan.

Ana M. Andrade dari University of Rhode Island, Kingston, Amerika Serikat menyatakan bahwa kecepatan kita mengonsumsi minuman dan makanan mempengaruhi tubuh untuk memberi tanda bahwa makanan yang masuk sudah cukup atau belum. Proses ini juga memberitahu kapan saatnya untuk berhenti makan.
Andrade menguji kebenaran teori tersebut terhadap 30 wanita yang diminta untuk makan pasta dalam waktu yang berbeda. Hari pertama, ke-30 wanita ini diminta untuk makan secepat mungkin tanpa ada jeda di antara suapan. Lalu pada hari kedua mereka diminta untuk makan dengan sepelan mungkin, dengan jeda di antara suapan. Mereka juga harus mengunyah makanannya 20 sampai 30 kali.
Hasilnya, mereka dapat mengurangi asupan kalori bila makan perlahan. Mereka juga merasa lebih puas dan kenyang setelah makan.
4. Mereka sering berjalan kaki.
Kota di perancis didesain sehingga penduduknya bisa memenuhi keperluannya (seperti berbelanja) hanya dengan berjalan kaki. Ini baik untuk membakar kalori dan sebagai sarana refreshing. Sedangkan di Indonesia, orang seringkali naik angkot hanya untuk pergi ke toko yang jaraknya puluhan meter saja. Padahal apabila kita sering berjalan kaki untuk jarak dekat sebenarnya kita melakukan olahraga kecil yang menyehatkan dan aksi mengurangan Global Warming.
Hidup sehat cara Perancis pada dasarnya sama dengan pola hidup teratur yang sering kita bicarakan. Seseorang yang ingin menerapkan gaya hidup sehat tidak ada salahnya mengikuti kebiasaan orang-orang Perancis. Dimulai dengan membuat pola makan yang teratur, merubah kebiasaan mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak, merubah kebiasaan terburu-buru saat makan, dan menggalakkan aksi berjalan kaki.

Referensi :
Bruce G. Simon, 1995, Introduction to Health Educationand Health Promotion; second edition, Illinois, Waveland Press Inc
Constain Lyndel. Daily Mail.
http://www.preventionindonesia.com/article.php?name=/semakin-perlahan-semakin-baik&channel=
http://www.scribd.com/doc/16178551/14-Ilmu-Kesehatan-Jilid-1
http://www.halalsehat.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: