REFORMASI PENDIDIKAN DI PERANCIS (ADE INDAH)

Reformasi Pendidikan di Perancis

Oleh : Ade Indah Nadhila Madiutomo

NIM 0908079 Program Studi Pendidikan Bahasa Perancis (A)

Pendidikan adalah salah satu permasalahan yang pasti melanda di seluruh negara, tak terkecuali di negara maju seperti Perancis. Perancis, adalah negara yang sangat memperhatikan pendidikan rakyatnya. Negara yang terkenal dengan menara Eiffel ini pun pernah mengalami reformasi pendidikan.

Pendidikan di Perancis, sebelum terjadinya reformasi, sangat membedakan golongan. Pendidikan hanya bisa oleh golongan dinikmati oleh kaum Aristokrat dan Borjuis saja, sedangkan kaum bawah, seperti petani, tidak bisa mengenyam pendidikan. Selain itu, pada sistemnya, pendidikan pada zaman itu, hanya bergantung pada metode hafalan dan teori saja, sehingga suasana pun membuat murid-murid suntuk.

Pada akhirnya, banyak tokoh-tokoh sastrawan mengubah wajah pendidikan di Perancis. Para tokoh pemikir ini menentang sistem pendidikan pada saat itu, tidak dengan berdemo atau dengan pemberontakan, tetapi dengan menulis sebuah buku sastra. Mereka menulis dengan  membentuk tokoh karangan yang disesuaikan dengan kondisi pendidikan saat itu, bahkan ada juga beberapa tokoh ini membuatnya berdasarkan pengalaman hidupnya. Seperti Rebelais dalam bukunya, yang berjudul Gargantua (1534). Diceritakan, sang tokoh utama, Gargantua adalah pemuda yang haus ilmu pengetahuan dan pekerja keras, serta pemuda yang memanfaatkan seluruh waktunya. Hal ini sangat senada dengan Rebelais, sang pengarang. Lalu pada akhirnya, tokoh Gargantua ini, berhasil mengikuti pendidikan dengan baik dan suasana diwarnai kesungguhan, namun penuh kegembiraan.

Menurut Rebelais (1534), “Une tete bien faite est une tete bien pleine”(kepala yang baik adalah kepala yang penuh ilmu pengetahuan). Maksud dari perkataan Rebelais, ialah pemikiran (kepala) yang selalu dilatih dengan belajar, diisi dengan ilmu pengetahuan, maka akan berkembang dengan baik. Manusia pada dasarnya baik, jadi kita harus menaruh kepercayaan dan membiarkanya berkembang. Tidak ada sanksi atau hukuman.

Tak hanya Rebelais, ada beberapa tokoh lainnya yang mengemukakan pendapatnya, melalui tokoh yang dibuatnya. Montaigne adalah salah satunya, melalui buku yang dibuatnya, “Essais de Messire. Seigneur de Montaigne ‘’ (1580), sebagai hasil pemikirannya dalam berbagai macam hal dalm hidupnya, termasuk pendidikan.

Menurut Montaigne (1580), bahwa pendidikan seharusnya tidak dengan kekerasan, seprti hukuman atau sanksi. Jika, pendidikan diterapkan hukuman, maka ilmu yang disampaikan tidak akan dicerna dengan baik, karena siswa tersebut merasa tertekan.

Reformasi pendidikan secara resmi dicanangkan oleh Menteri Pendidikan Perancis, Jules Ferry, di tahun 1880, dengan menerapkan system baru, yaitu membuat peraturan wajib  untuk sekolah dasar, biaya belajar Cuma-Cuma, dan pemisahan system pendidikan formal dan agama.

REFERENSI

Internet:

– Kurnia, Ganjar. 2006. “Reformasi Pendidikan di Eropa”. [online].

http:/www.ganjarkurnia.unpad.ac.id [26 Oktober 2009]

– Husein, Ida Sundari. 2002. “Masalah Pendidikan di Perancis, Dalam karya Rebelais, Montaigne, dan Rousseau”. [online]

http:/www,digilib.ui.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: