PERMASALAHAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI PERANCIS

PERMASALAHAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI PERANCIS

Triana Budi Utami

0900193 1A

Masyarakat multikultural tidak hanya terdapat di Indonesia, Amerika Serikat atau negara besar dan berkembang. Masyarakat multikultural pun ada di Perancis negara yang terkenal dengan slogan “Liberte, Egalite, Fraternite”. Orang Perancis asli sejatinya berasal dari campuran orang Kert (Galia) dan Romawi. Dapat kita lihat kini negara Perancis sekarang tidak lagi banyak dihuni oleh orang berkulit putih tapi juga dihni oleh orang-orang berkulit hitam dan merah seperti Arab dan Afrika.

Perancis merupakan negara yang terkenal dengan sejarah kolonisasinya. Negara jajahan Perancis sebagian besar merupakan negara-negara Afrika seperti Maroko, Aljazair, Sengal dan masih banyak lagi. Masyarakat dari negara-negra jajahan itulah yang kelak membantu Perancis berperang melawan Jerma dan Alliansinya dalam perang dunia ke-2. Pasca perang dunia ke-2, Perancis membutuhkan banyak pekerja kasar untuk membangun negerinya yang  porak poranda, sehingga semakin banyak imigran yang datang ke negeri itu untuk bekerja dan kemudian bekerja disana. Hal inilah yang melatarbelakangi multikulturalisme di Perancis. Dibawah ini merupakan pengertian pengertian menurut para ahli ;

Menurut Furnivall

“Masarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih elemen yang hidup sendiri-sendiri tanpa ada pembauran satu sama lin di dalam suatu satu kesatuan politik”.

Menurut Clliford Gertz,

“masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terbagi kedalam subsistem yang kurang lebih berdiri endiri dan masing-masing subsistem terkait oleh ikatan-ikatan primodial”.

Menurut pendapat saya, masyarakat multikulturan adalah satu masyarakat yang memiliki perbedaan ras, suku bangsa dan kebudayaan yang tinggal disuatu wilayah atau negara dan di alamnya ada beberapa elemen yang dpat disatukan atau disamakan.

Masyarakat multikultural Perancis terjadi karena beberapa faktor, yang pertama adalah faktor geografi, faktor sejarah dan pengaruh budaya asing.  Yang paling berpengaruh dalam nultikulturalisme yang terjadi di Perancis adalah faktor sejarah.

Jika di Indonesia kita pernah mempunyai masalah tentang imigran dari Cina yang memegang peran penting dalam perdagangan, lain halnya di Perancis. Disana keturunan Arablah yang dianggap mengancam perdagangan. Sejak dikeluarkannya UU tentang penggabungan keluarga(regroupment Famlial), para imigran ini memboyong istri mereka dan sekaligus melahirkan anak disana, sehingga komposisi penduduk Perancis tidak hanya warga Perancis asli maupun para imigran, melainkan juga melahirkan rasa tau keturunan baru yang disebabkan oleh amalgamasi atau prkawinan campur.

Menurut data yang diperoleh dri situs pemerintah Perancis, tidak seperti kebanyakan warga asli dan keturunan Perancis yang bekerja di kategori sosioprofesional seperti dokter, dosen atau pegawai negeri. Para imigran gelap ini bekerja di sektor yang ilegal pula karena tidak memiliki surat izin tinggal di daerah kumuh pinggiran kota seperti dikawasan pinggiran kota Paris. Yang memiliki kasus kriminal dan angka pengangguran tinggi.

Para imigran yang masih menggunakan nama asli mereka (terutama Arab) kan dipersulit untuk mendapatkan pekerjaan atau hunian. Bahkan mereka juga tidak dapat memasuki kelab-kelab malam dengan mudah. Kesulitan ini kemudian diperparah dengan kebijakan kuota yang  dekieluarkan oleh Perada Mentri Perancis saat itu(sekarang menjabat sebagai presiden), Nikolas Sarkozy yang meniu kebijakan politik Amerika Serikat, the zero tolerance. Kasus lainnya yang juga memprihatinkan adalah kenakalan remaja yang terjadi di kalangan para imigran gelap ini. Mereka terlantar karena tidak mendapatkan pendidikan orang Perancis asli.

Semua kesenjangan dan perbedaan ini dapat memicu konflik. Akan sulit bagi masyarakat dan Pemerintah Perancis menyatukan orang Arab, Afrika, dan Eropa (Perancis) yang memiliki kebudayaan elegan. Semua permasalahan ini akan kembali lagi pada isu rasial. Rasialisme sendiri masih dapat dirasakan sangat kuat di negara-negara Eropa. Contohnya pemain bola Zinedine Zidane. Ia adalah warga negara Perancis keturunan Aljazair. Ketika masih kanak-kanak ia sering diaja teman-temannya karena ia adalah seorang keturunan Afrika. Dalam situasi seperti ini integrasi sangat sulit untuk diwujudkan, kalaupun  terwujud integrasi yang tercipta merupakan hasil paksaan dan tidak akan bertahan lama. Tetapi bagaimanapun juga para imigran ini telah berjasa banyak dalam kejayaan Perancis. Bisa dilihat dari tim sepak bola nasional Perancis yang 80% pemainnya berkulit hitam dan berwajah Arab.

Jika orang-orang Perancis ini dapat mebuka pikiran mereka kea rah yang positif, perbedaan kebudayaan ini dapat dijadikan suatu aset atau cirri khas tersendiri dari negara Perancis. Bagaimanapun juga, integrai yang ingi dicapai masyarakat Perancis tidak kan lebih mudah dari mewujudkan integrasi di Indonesia. Kita lbih mudah disaukan karena memiliki latar belakan yang sama dan ras yang sama walaupun budaya dan suku bangsanya beraneka ragam. Lain halnya dengan Perancis yang masyarakatnya sekarang terdiri dari ras dan kebudayaan yang berbeda-beda.

Sejak dulu hingga sekarang, Pemerintah Perancis terus berupaya membangun integrasi negaranya. Dapat kita lihat dari buku-buku dan majalah Perancis untuk anak dan remaja yang didalamnya sering dimuat artikel atau slogan-slogan anti rasisme. Pemerintah Pancis juga telah melakukan berbagai upaya untuk menyatukan para imigran dengan penduduk asli Perancis. Pemerintah Perancis sangat menyadari bahwa dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan nasional, masyarakat seharusnya saling menghargai dan menghormati kebudayaan yang sudah ada dan kebudayaan yang dibawa dari luar seharusnya dapat memperkaya kebudayaan Perancis itu sendiri. Oleh karena itu, usaha penyatuan tidak boleh dilakukan secara paksa dengan menghilangkan kebudayaan yang asli melainkan melalui pembaruan secara bertahap yang dapat saling menerima dalam suatu wadah masyarakat yang menganut  liberte, egalite, fraternite.

REFERENSI

http://juww.blogspot.com/2009/04/masyarakat-multikultural-bab-4.html

http://www.parlezfrancais.net/2008/03/multikulturalisme-la-prancis.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: