Perbandingan Selera Humor Orang Perancis dengan Orang Indonesia

Oleh: Mufny Ferdani A’daillah

NIM: 0906374, Pendidikan Bahasa Perancis

Apa bedanya orang Perancis dengan orang Indonesia? jawabanya tentu saja akan banyak sekali. Mengingat dua perbandingan tersebut akan membandingkan banyak hal. Sebut saja budaya, bahasa, sistem pemerintahan, politik, ekonomi, tradisi dan lainya dari kedua masyarakat yang berbeda. Yaitu, antara masyarakat atau bangsa Perancis dengan masyarakat atau bangsa Indonesia. Dalam hal ini, subjek penulisan yaitu bangsa Perancis dan bangsa Indonesia ditulis sebagai “orang Perancis” dan “orang Indonesia”, agar lebih dan dimegerti secara luas. Tentunya, akan lebih menarik lagi jika kita mengkaji dan membandingkan perbedaan selera humor daki kedua “orng” ini. Oleh karena itu, penulis mengangkat judul artikel “Perbandingan Selera Humor Orang Perancis dengan Orang Indonesia”.

Tertawa dan Humor

Tertawa merupakan suatu anugerah dari Sang pencipta yng ptut kita syukuri. Karena tertawa merupakan kegiatan yang dapat mengubah semua rasa sedih dan kesal menjadi rasa tenang, rileks dan ceria. Seperti dikutip Kompas (mengutip Morreall) “Ketika anda tertawa, anda merasuki tahapan rileks. Tekanan darah dan detak jantung turun menjadi normal, sehingga kita merasa lebih tenang. Selain itu tertawa juga merangsang hormon endorphin, anti sakit alami yabg dihasilkan oleh otak”. Menanggapi hal tersebut, tertawa juga dapat membuat kita sehat. Karena dengan tertawa kita dapat mengembalikan mood atau suasana hati. Kita dapat tertawa kaena terdapat suatu hal yang membuat kita lucu. Humor merupakan salah satu faktor yang dapat membuat kita tertawa.

Humor adalah suatu tindakan dimana kita ingi membuat suatu hal yang dianggap lucu oleh orang lain, baik itu perkataan maupun perbuatan. Humor dalam bentuk perkataan dapat dikataan sebagai “lelucon”. Lelucon yang dilontarkan seseorang dapat membuat dirinya maupun pendengar menjadi semakin kreatif. karena lelucon dapat merangsang kerja otak menjadi semakin aktif . “Humor akan melenyapkan hambatan mental. Ini akan mendorong kita berpikir secara tidak biasa saat melihat segala sesuatu”, pernyataan John Morreall (yang dikutip Kompas). Tingkat kelucuan suatu lelucon dapat dilihat dari macam dan seberapa tinggi selera humor seseorang.

Selera Humor Orang Perancis

Setiap orang tentunya memiliki selera humor yang berlainan. Begitupun orang-orang di Peracis. “Saya percaya bahwa tidak ada yang memisahkan mereka lebih dari rasa humor” (Theodore Zeldin). Dari pernyataan tersebut, terbukti bahwa memang orang Perancis memiliki selera humor. Menurut Gruner (2007) “Nilai selera humor orang Perancis: emosional, kasih sayang, ramah, baik hati”. Oleh karena itu rasa humor orang Perancis lebih berorientasi terhadap orang lain dari pada diri mereka sendiri. lebih berdifat memuji. Akan tetapi terkadang berupa ejekan dan olok-olok. Tidak pernah mencela diri sendiri. Suatu bentuk humor yang umum adalah membesar-besarkan suatu pernyataan. Karena bahasa mereka adalah sangat penting bagi mereka, mereka mencintai permainan kata-kata. Yang paling sering adalah tentang etnis seperti lelucon tentang Belgia (dianggap bodoh), atau orang-orang disekitar selatan Perancis yang berlogat atau beraksen aneh. Jadi humor di Perancis lebih bersifat intelektual, mengkritik dan dapat dikatakan sebagai pemuji yang ulung, karena akan suatu hal yang dibesar-besarkanya.

Selera Humor Orang Indonesia

Berbeda dengan orang Indonesia. lelocon di indonesia lebih sering bersifat kritikan yang menjatuhkan. Akan tetapi karena selera humor yang tinggi, orang Indonesia akan selalu membalas lelucon tersebut. seperti yang dinyatakan soeharyo (2008) “Mengapa saya bangga menjadi Indonesia, karena orang Indonesia memiliki selera humor yang sangat tinggi”. Adapula orang Indonesia yang kurang menaggapi suatu lelucon walaupun hal itu membuatnya tertawa. Dikarenakan sikap individualisme yang meningkat saat ini. Dalam hal lelucon orang Indoneisa ahlinya, karena kretifitas yang dimiliki membuat bangsa ini dianggap ramah oleh bangsa lain. Karena individualisme yang membuat nilai keramahan mulai pudar. Mungkin, orang asing merasa betah berada di Indonesia dikarenakan orang Indonesia senang menghibur orang lain. Humor di Indonesia lebih msuk akal dan meluas. Karena mencakup berbagai hal dalam kehidupan. Orang Indonesia senang membicarakan berbagai hal lalu dihumorkan atau dibuat leluconya. Selalu ada hal yang baru mengenai humor di Indonesia. Walaupun keadaan bangsa sedang bersedih, orang Indonesia selalu menaggapi dengan tertawa.

Kesimpulanya, selera humor setiap orang berbeda-beda. Begitupula dengan orang Indonesia dan Perancis yang berbeda dari berbagai segi. Orang Perancis lebih senang memuji, mengkritik dan mengejek orang lain. Mereka sangat bangga akan bahasa sendiri. Menjadikan mereka selalu mambuat lelucon diluar konteks dirinya sendiri. sedangkan orang Indonesia karena lelucon yang dibuat selalu didasari dari berbagai hal. Mulai dari kehidupan sehari-hari, politik, kinerja peminpin, dan lainya. baik saat keadaan sedih ataupun kesal. Perbedaan selera humor antar bangsa tidak lantas kita beranggapan negatif. Akan tetapi membuat kita menjadi paham akan suatu keadaan atau budaya bangsa.

Referensi

Soeharyo, A. 2008. ’10 alasan mengapa saya bangga menjadi Indonesia”. [online] tersedia http:/http://www.antonsoeharyo.com [21 November 2008]

http://www.uderstandfrance.org “Apakah ada Humor Perancis?”

kompas.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: